Judi Online Uang Asli Agen Judi Bola

Selasa, 22 Maret 2016

Tradisi Minum Sake di Jepang

Tradisi Minum Sake di Jepang

Hasil gambar untuk sake

Bagi masyarakat Jepang, minum sake sudah menjadi kebiasaan. Di pelbagai perayaan, minuman tradisional berbahan beras ini wajib disuguhkan. Bahkan dalam acara tertentu, bocah-bocah pun boleh mencicipi. Sesuai tradisi, sake disajikan dalam cangkir kecil, konon nenek moyang orang Jepang makan dengan kulit kerang besar, sedangkan kulit kerang kecil dipakai cawan air. Karenanya hingga kini minuman wajib ditempatkan dalam wadah kecil. Dalam sebuah pesta, seseorang pantang menuang sake untuk diri sendiri. Setiap orang yang hendak minum, harus menuangkannya untuk temannya terlebih dulu.

Berikut beberapa tradisi masyakarat Jepang bersangkut sake.
Di pernikahan tradisional dikenal ritual minum sake yang dinamai San-sankudo. Sebelum kedua mempelai mengucap janji setia dihadapan pendeta Shinto, mereka diharuskan menghirup sake sembilan kali dari tiga cangkir secara bergiliran. Setelah itu, semua keluarga dari kedua mempelai bergantian minum sake sebagai tanda persatuan atau ikatan kekerabatan baru.
Dalam Upacara Kagami Biraki, tong kayu sake dibuka dengan palu selama festival Shinto, pernikahan, pembukaan toko, olahraga, dan perayaan lainnya. Sake untuk acara tersebut dinamai zake-Iwai (sake perayaan). Sake dibagikan free pada orang-orang dengan maksud menyebarkan nasib baik.
Saat tahun baru ada Pesta Toso, dimana urutan meminumnya dimulai dari orang paling muda lalu berlanjut ke yang lebih tua. Sebelum hari perayaan ini sake direndam bersama tososan (obat bubuk cina) selama  satu malam.
Dalam keseharian seperti kedatangan tamu penting, kenaikan pangkat, gajian pertama, masuk universitas, lulus sekolah, dan lainnya, masyarakat Jepang merayakannya dengan sake.

 

0 komentar:

Posting Komentar