Judi Online Uang Asli Agen Judi Bola

Kamis, 24 Maret 2016

Cerita Rakyat Telaga Warna Dari Jawa Barat

Cerita Rakyat Telaga Warna : Putri Angkuh dan Kalung Permata



Cerita rakyat telaga warna mengisahkan Putri angkuh dengan kalung permatanya. Dongeng telaga warna berasal dari Jawa Barat dan menjadi asal muasal salah satu danau kecil yang indah di Jawa Barat. Kisah ini juga memberikan pesan moral yang baik untuk kita. Adik-adik harus membacanya sampai selesai.


Cerita Rakyat Telaga Warna Dari Jawa Barat
Cerita Rakyat Telaga Warna Dari Jawa Barat
Di Jawa Barat, ada sebuah telaga yang diberi nama Telaga Warna. Pada saat cuaca sedang cerah, telaga ini akan memantulkan warna- warni yang indah. Konon, Telaga Warna berasal dari air mata Ratu Purbamanah.
Ratu Purbamanah dan Raja Suwartaiaya adalah pemimpin Kerajaan Kutatanggeuhan di Jawa Barat. Mereka memerintah dengan arif dan sangat dicintai rakyatnya.
Mereka mempunyai seorang putri yang cantik, yaitu Gilang Rukmini. Orangtuanya sangat memanjakan Gilang Rukmini, karena ia adalah anak satu- satunya. Hal ini membuat Gilang Rukmini bersifat kurang baik. la akan marah dan bertindak kasar jika keinginannya tidak dipenuhi. Walau begitu, orangtua dan rakyat tetap menghargai dan menyayanginya.
Ketika bagi Gilang Rukmini berusia 17 tahun, Raja mengadakan pesta untuknya. la mengundang seluruh rakyat untuk datang. Rakyat pun memusyawarahkan hadiah yang akan diberikan kepada sang Putri. Mereka mengumpulkan uang dan memanggil seorang pengrajin perhiasan yang terkenal. Lalu, jadilah sebuah kalung bertahta permata warna-warni yang sangat indah.
Pesta di mulai, ketika Raja dan Ratu muncul untuk menyapa rakyatnya, mereka segera disambut dengan gembira oleh rakyat. Begitupun ketika Gilang Rukmini muncul.
Rakyat pun memberikan hadiah yang mereka siapkan. Raja Suwartalaya membuka hadiah tersebut dan menemukan sebuah kalung yang sangat indah.
“Putriku saying, pakailah kalung ini, hadiah tanda cinta rakyat kepadarnu,” kata Raja kepada putrinya.
“Kalung ini sangat cantik, Nak. Pakailah, kalau tidak rakyat akan kecewa,” ujar Ratu Purbamanah.
Gilang Rukmini menatap hadiah kalung itu dengan wajah sebal, “Apa yang indah dari kalung ini, Ibunda? Bentuknya sangat kampungan dan tidak menarik. Aku malu memakainya!” Lalu, ia menghempaskan kalung tersebut ke lantai, sehingga butir butir permatanya tercecer.
Semua tercengang melihat sikap Gilang Rukmini. Tiba-tiba terdengar suara tangis Ratu Purbamanah. la sangat sedih dengan sikap anaknya yang angkuh itu. Tangisnya sangat memilukan hati. Air mata sang Ratu terus mengalir. Karena derasnya air math itu, terbentuklah genangan. Tiba tiba juga, muncullah mata air di halaman istana, makin lama genangan semakin tinggi dan akhinya menenggelamkan seluruh Kerajaan Kutatanggeuhan menjadi sebuah telaga yang sangat indah.
Pada hari yang cerah, telaga itu memantulkan warna-warni yang indah yang konon berasal dari ceceran kalung Gilang Rukmini yang masih berada di dasar telaga.
Pesan moral dari Cerita Rakyat Telaga Warna : Putri Angkuh dan Kalung Permata adalah janganlah menjadi orang sombong karena hal itu akan di benci oleh orang lain. Selain itu hargailah jerih payah orang lain.

SEJARAH BUDAYA SUNDA / SUKU SUNDA

SEJARAH BUDAYA SUNDA / SUKU SUNDA

Sejarah Awal Adanya Suku Sunda Di Indonesia - Suku Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia. Yaitu berasal dan bertempat tinggal di Jawa Barat. Daerah yang juga sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda.Banyak pakar yang menyatakan bahwa orang Sunda khususnya dan Indonesia umumnya adalah para pendatang dari daerah Yunan. benarkah itu ? (Ada sebuah fakta yang dapat dianggap dongeng tapi perlu kita cermati dengan seksama).Di daratan Asia, kira-kira antara Pegunungan Hindukusj dan Pegunungan Himalaya ada sebuah dataran tinggi (plateau) yang bernama Iran-venj, penduduknya disebut bangsa Aria.

Suku Sunda Di Indonesia 

menganggap bahwa tanah airnya disebut sebagai Taman Surga, karena kedekatannya dengan alam gaib. Namun, mereka mendapat wangsit dalam Uganya, bahwa suatu ketika bangsa Iran Venj akan hancur, sehingga bangsa Aria ini menyebar ke berbagai daerah. Salah satu gerombolan bangsa Aria yang dikepalai oleh warga Achaemenide menyebut dirinya sebagai bangsa Parsa dan pada akhirnya disebut bangsa Persi dan membangun kota Persi-Polis. Pemimpin Achaemenide bergelar Kurush (orang Yunani menyebut Cyrus).

redwinbet.com

Dalam perjalanan sejarahnya, mereka membantu bangsa Media yang diserang oleh bangsa Darius. Bahkan bangsa Darius dengan pimpinan Alexander Macedonia pun pada akhirnya menyerang Persi. Dan tak lepas dari itu bangsa Persi, pada jaman Islam pun diserang dan ditaklukkan. Begitu pula oleh Jengis Khan dari Mongol, dan pada akhirnya diserang pula oleh bangsa Tartar yang dikepalai oleh Timur-Leng. Rentang perjalanan sejarah bangsa Persi ini, menyadarkan mereka untuk kembali kepada nama asalnya, yaitu Iran (dari Iran-Venj).

    Segerombolan suku bangsa Aria yang menuju arah Selatan, sampailah di tanah Sunda, tepatnya di Pelabuhanratu (sekarang). Para pendatang itu disambut dengan ramah dan terjadi akulturasi budaya di antara mereka, pendatang dan pribumi (Sunda) saling menghormati satu sama lainnya. Proses akulturasi budaya ini dapat kita lihat dalam sistem religi yang diterapkan, Pendatang mengalah dengan keadaan dan situasi serta tatanan yang ada. Batara Tunggal atau Hyang Batara sebagai pusat sesembahan orang Sunda tetap menempati tempat yang paling tinggi, sedangkan dewa-dewa yang menjadi sesembahan pendatang ditempatkan di bawahnya. Hal itu dapat dilihat dalam stratifikasi sistem sesembahan yang ada di daerah Baduy, dikatakan bahwa Batara Tunggal atau Sang Rama mempunyai tujuh putra keresa, lima dewa di antaranya adalah Hindu, yaitu : Batara Guru di Jampang, Batara Iswara (Siwa), Batara Wisnu, Batara Brahma, Batara Kala, Batara Mahadewa (pada akhirnya menjadi Guriang Sakti serta menjelma jadi Sang Manarah atau Ciung Manara), Batara Patanjala (yang dianggap cikal bakal Sunda Baduy). Akulturasi ini, tidak saja dalam lingkup budaya, melainkan dalam perkawinan.

   Nan jauh di sana, di Fasifik sana, Bangsa Mauri dilihat secara tipologinya, mereka berkulit kuning (sawo matang), Postur tubuh hampir sama dengan orang Sunda. Nama-nama atau istilah-istilah yang dipergunakan, seperti Dr. Winata (kurang lebih tahun 60-an menjadi kepala Musium di Auckland). Nama ini tidak dibaca Winetou atau winoto tapi Winata . Beliaulah yang memberikan Asumsi dan teori bahwa orang Mauri berasal dari Pelabuhan ratu. Hal yang lebih aneh lagi adalah di Selandia Baru tidak terdapat binatang buas, apalagi dengan harimau maung, tapi simamaung dipergunakan sebagai lambang agar musuh-musuh mereka merasa takut.

   Memang tidak banyak yang menerangkan bahwa orang Indonesia (
Sunda) yang datang ke pulau ini, kecuali tersirat dalam Encyclopedia Americana Vol 22 Hal 335. Bangsa kita selain membawa suatu tatanan tata - subita yang lebih tinggi, kebiasaan gotong royong, teknik menenun, juga membawa budaya tulis menulis yang kemudian menjadi Kohao Rongo-rongo fungsinya sebagai mnemo-teknik (jembatan keledai) untuk mengingat agar tidak ada bait yang terlewat.


·  Purwacarita
Pengertian sejarah secara tradisi adalah beberapa kisah dongeng, legenda, babad, tambo dll. Sesungguhnya hal itu berada dibawah disiplin ilmu sastra, sedangkan sejarah, pembuktiannya harus berdasarkan disiplin ilmu : filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuna), epigrafi (ilmu yang mempelajari aksara prasasti), arkeologi (ilmu yang mempelajari artefak-artefak peninggalan sejarah), dan geografi (ilmu yang mempelajari permukaan bumi).
Karya sastra bisa diuji dan dikaji oleh disiplin ilmu sejarah sejauh karya sastra yang bernilai sejarah itu dapat menunjang temuan sejarah itu sendiri. Sebaliknya hasil penelitian sejarah dapat disusun menjadi karya sastra yang sering kita sebut roman sejarah. Naskah Pangeran Wangsakerta, menurut Edi S. Ekadjati dan menurut Ayat Rohaedi, adalah naskah sejarah. Sistematika dan pengungkapannya sudah dalam bentuk sejarah, menggunakan referensi atau sumber-sumber tertulis lainnya.
·  Purwayuga
Sejarah Sunda dimulai dari masa Purwayuga (jaman purba) atau dari masa Nirleka (silam), yang terbagi atas :
  • Prathama Purwayuga (jaman purba pertama), dengan kehidupan manusia hewan Satwapurusa, antara 1 jt s.d. 600 rb th silam
  • Dwitiya Purwayuga (jaman purba kedua), dengan kehidupan manusia yaksa, antara 500 rb sampai 300 rb tahun silam
  • Tritiya Purwayuga (jaman purba ketiga), dengan kehidupan manusia kerdil (wamana purusa), antara 50 rb sampai 25 rb tahu silam.
·  Dukuh Pulasari Pandeglang
  • menurut naskah Pangeran Wangsakerta, kehidupan masyarakat Sunda pertama di pesisir barat ujung pulau Jawa, yaitu pesisir Pandeglang. Dipimpin oleh seorang kepala suku (panghulu) Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Sistem religi mereka adalah Pitarapuja, yaitu pemuja roh leluhur, dengan bukti sejumlah menhir seperti Sanghiyang Dengdek, Sanghiyang Heuleut, Batu Goong, Batu Cihanjuran, Batu Lingga Banjar, Batu Parigi, dll. Refleksi dukuh Pulasari dapat kita lihat di kehidupan masyarakat Sunda Kanekes (Baduy).
·  Salakanagara
  • Putri Aki Tirem yaitu Pohaci Larasati, menikah dengan seorang duta niaga dari Palawa (India Selatan) bernama Dewawarman. Ketika Aki Tirem wafat, Dewawarman menggantikannya sebagai penghulu dukuh Pulasari.
  • Dewawarman mengembangkan Dukuh Pulasari hingga menjadi kerajaan corak Hindu pertama di Nusantara, yang kemudian diberi nama Salakanagara. Salaka berarti Perak dan Nagara berarti negara atau negeri. Oleh ahli dari Yunani, Claudius Ptolomeus, Salakanagara dicatat sebagai Argyre. Dalam berita China dinasti Han, tercatat pula bahwa raja Yehtiao bernama Tiao-Pien mengirimkan duta keChina tahun 132 M. menurut Ayat Rohaedi, Tiao berarti Dewa, dan Pien berarti Warman.
  • Salakanagara didirikan tahun 130 M, dengan raja pertamanya Dewawarman I dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gpura Sagara. memerintah hingga tahun 168 M. Wilayahnya meliputi propinsi banten sekarang ditambah Agrabintapura (Gunung Padang Cianjur) dan Apuynusa (Krakatau).
  • Raja Terakhir (ke-8) Dewawarman VIII bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman (348-363 M).
·  Tarumanagara
  • Didirikan oleh Jayasingawarman pada 358 M dengan nobat Jayasingawarman Gurudarmapurusa.
  • Penerusnya adalah Purnawarman yang memindahkan pusat pemerintahan dari Jayasingapura (mungkin Jasinga) ke tepi kali Gomati (bekasi) yang diberi nama Sundapura (kota Sunda), bergelar Harimau Tarumanagara (Wyagraha ning tarumanagara), dan disebut pula Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng) dan juga Panji Segala Raja. Sedangkan nama nobatnya adalah Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati.
  • Raja terakhir Sang Linggawarman sebagai raja ke-12  

Kerajaan Sunda 

redwinbet.com 

  • Tarumanagara dirubah namanya menjadi Kerajaan Sunda oleh Tarusbawa, penerus Linggawarman. Akibatnya belahan timur Tarumanagara dengan batas sungai Citarum memerdekakan diri menjadi Kerajaan Galuh
    Kerajaan Sunda berlangsung hingga tahun 1482 M, dengan 34 raja.
  • Prabu Maharaja Linggabuana dinobatkan menjadi raja di kerajaan Sunda pada 22 februari 1350 M. Ia gugur bersama putrinya, Citraresmi, dalam tragedi Palagan Bubat akibat ulah Mahapatih Gajahmada. Peristiwa itu terjadi pada 4 September 1357 M.
  • Mahaprabu Niskala Wastu Kancana menggantikan posisi Linggabuana pada usia 9 tahun. Dia membuat Prasasti Kawali di Sanghiyang Linggahiyang atau Astana Gede Kawali. Dia juga yang membuat filsafat hidup :” Tanjeur na Juritan, Jaya di Buana” (unggul dalam perang, lama hidup di dunia).
  • Wastukancana memerintah selama 103 tahun 6 bulan dan 15 hari dalam keadaan damai.
  • Sri Baduga Maharaja adalah putra Prabu Dewa Niskala, cucu dari Prabu Wastukancana. Ia adalah pemersatu kerajaan Sunda, ketika Galuh kembali terpisah. Kerajaan ini lebih dikenal dengan sebutan Pajajaran. Dialah raja pertama yang mengadakan perjanjian dengan bangsa Eropa, yaitu Portugis. Ia berkuasa dari tahun 1482 s.d. 1521M.
·  Kerajaan Galuh
  • Pendirinya adalah Prabu Wretikandayun pada 612 M.
  • Prabu Sanjaya Harisdarma. Ia disebut Taraju Jawadwipa, dan sempat menjadi Maharaja di tiga kerajaan : Kalingga – Galuh – Sunda.
  • Sang Manarah yang dalam dongeng disebut Ciung Wanara. Ia putera Prabu Premana Dikusumah dari Naganingrum.
·  Kerajaan Pajajaran
  • Pajajaran adalah sebutan pengganti atas bersatunya kerajaan Galuh dengan kerajaan Sunda, yang dipegang oleh satu penguasa : Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran atau Sri Sang Ratu Dewata.
  • Penggantinya adalah Prabu Sanghyang Surawisesa, yang berkuasa di belahan barat Jawa barat, karena di sebelah timur sudah berdiri kerajaan Islam Pakungwati Cirebon, yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Haji Abdullah Iman. Dia adalah putra sulung Sri Baduga Maharaja dari Subanglarang yang beragama Islam. Subanglarang adalah murid Syekh Quro Hasanudin Pura Dalem Karawang.
  • Tahta kerajaan Pajajaran berlangsung turun-temurun : Ratu Dewata; Ratu Sakti, Prabu Nilakendra dan yang terakhir Prabu Ragamulya Suryakancana.
  • Di pihak Cirebon sendiri, putera Susuhunan Jati Cirebon, yaitu Pangeran Sabakingkin, telah berhasil mendirikan kerajaan bercorak Islam Surasowan Wahanten (Banten) dan melakukan beberapa kali penyerbuan ke Pajajaran.
  • Pakuan Pajajaran direbut dan dimusnahkan oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Hasanudin.
  • Pajajaran sirna ing bhumi, atau Pajajaran lenyap dari muka bumi pada tanggal 11 bagian terang bulan wasaka tahun 1511 Saka atau 11 Rabi’ul Awal 978 hijriah atau tanggal 8 mei 1579 M.
  • Sebagai tunas-tunas Pajajaran, muncullah 3 kerajaan Islam di tatar Sunda :
    • Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon;
    • Kerajaan Islam Surasowan Banten; dan
      Kerajaan Islam Sumedanglarang.

 

  

3 cerita rakyat sunda yang mendunia

3 cerita rakyat sunda yang mendunia

setiap daerah memiliki cerita rakyat atau hikayat yang dimana menjadi ciri khas daerah tersebut. Begitu juga dengan darah pasundan yang memiliki banyak cerita rakyat, nah untuk mengetahui apa saja cerita rakyat yang sangat populer di daerah sunda, berikut ini informasinya.

 

Kabayan 

image 

cerita yang satu ini menjadi primadona di kalangan masyarakat sunda, yah siapa yang tidak tahu dengan cerita ini, selain terkenal di sunda, juga terkenal di hampir seluruh indonesia , cerita rakyat yang berlatar belakang seseorang yang tinggal di pedesaan ini, memiliki pacar bernama iteung, dimana kabayan sangat cinta beat pada nyai iteung. nah bermula dari cerita ini banyak orang yang memodifikasi jalannya cerita, sehingga bermacam-macam alur yang di pakai dalam cerita kabayan ini. bahkan cerita kabayan ini sampai di buatkan filmnya pada saat ini yang menjadi tokoh kabayan adalah didi petet. 

legenda situ bagendit. 

image 

situ bagendit adalah sebuah situ atau danau yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Jawa Barat, yang lebih tepatnya sekitar 4 Km dari kota garut ini, memiliki mitos bahwa dahulu kala ada seorang waita cantik yang dimana di tuduh berbohong , lalu dirinya menceburkan diri kedalam danau, dan jika dia berbohong maka danaunya akan menjadi bau tidak sedap dan jika dia tidak berbohong maka danaunya menjadi harum seharum minyak kasturi, dan ternyata sesuai cerita setempat, bahwa danau itu sangat harum. Dengan cerita seperti itu maka tidak heran jika ada banyak orang berbondong-bondong datang ke desa bagendit untuk melihat kebenaran cerita ini. 

Legeda tangkuban perau 

image 

sebuah legenda yang menceritakan tentang seoran anak yang mencintai ibunya sendiri, di karenakan pada saat ia kecil dirinya tidak pernah mengenal ibunya sendiri, hingga suatu saat ketika dirinya berusia dewasa bertemu dengan seorang wanita cantik yang dimana notabene wanita cantik itu adalah ibunya sendiri. hingga tiba saatnya ibunda sang kuriang memberikn sebuah tantangan berupa harus membuat sebuah perahu besar dan mengalihkan air dari hilir ke hulu, dan dengan di bantu jin  sangkuriang pun berhasil memberesan tugasna , namun karena ibunya tidak mau menikahi ananya sehingga sngkuriangpun marah dan menendang perahu hingga terbalik , makanya kini menjadi gunung tangkuban perahu atau yang dalam bahasa indonesia di sibut juga dengan perahu yang tengkurap. cerita ini di percayai oleh masyarakat sunda sebagai cerita yang nyata ,gunung yang terletak di bandung ini menjadi primadona pada saat weekend atau liburan panjang tiba. 

Rabu, 23 Maret 2016

Cerita Budaya dan Kebersamaan Kampung Naga


Kampung naga adalah sebuah perkampungan tradisional yang telah banyak dikenal sebagai tempat wisata budaya. Disebut perkampungan tradisional, karena kampung ini masih sangat memegang teguh kepercayaan dan adat istiadat leluhur mereka. Kampung ini dihuni oleh masyarakat yang telah terbuka menerima orang lainyang datang ke kampung ini, dengan adat sunda yang begitu kental, mereka menyambut wisatawan yang ingin belajar tentang budaya mereka dengan tangan terbuka dan ramah.
Lokasi kampung indah ini tidak begitu jauh, karena terletak tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dan kota Tasikmalaya. Kampung ini terletak di Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Salawu, Desa Neglasari. Untuk mencapai kampung naga ini kita harus menuruni sekitar 339 anak tangga, dengan tingkat medan jalan yang miring cukup curam, setelah itu menyusuri jalan di pinggir sungai ciwulan.
Rumah penduduk di kampung naga ini semua terlihat sama. Dengan bentuk rumah panggung yang dibawahnya batu, dinding bilik, tiang kayu, cat putih kapur, beratap ijuk, juga rumah disini harus saling berhadapan. Hal ini diwajibkan untuk mencegah rasa kesenjangan sosial sesama masyarakat kampung naga. Mereka menggunakan bahasa sunda dalam interaksi sesama, namun kini mereka juga bisa berbahasa indonesia.
Masyarakat kampung naga semuanya beragama islam, mereka menjalankan ibadahnya sama dengan umat islam lainnya, seperti shalat lima waktu (subuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya). Ada juga pengajian untuk anak-anak yang dilakukan dua kali dalam seminggu. Selain itu anak-anak kampung naga juga telah mendapatkan pendidikan dasar walau harus naik ke atas untuk menuntut ilmu. Selain pemukiman, kampung ini juga mempunyai kolam, penangkaran, sawah, masjid, rumah pertemuan, rumah agung (yang tidak boleh ditempati oleh siapa pun), juga tempat-tempat yang dikramatkan oleh mereka.
Mata pencaharian penduduk kampung naga ini, umumnya bercocok taman. Selain itu kini banyak jualan kerajianan di kampung naga, yang dibuat oleh masyarakat kampung naga itu sendiri.
Selama saya dikampung ini, saya berkesempatan untuk menginap di rumah bu asih. Bu asih mempunyai dua anak, namun anak pertama telah menikah dan tidak tinggal menetap di kampung ini karena terbatasnya lahan di kampung naga ini sehingga tidak bisa membangun rumah baru untuk anaknya yang baru menikah.
Keramahan yang diperlihatkan ketika kami sampai di rumah bu asih, beliau mempersilahkan kami untuk beristirahat. Setelah ngobrol sebentar dengan bu asih saya bersiap untuk membersihkan diri.
Ada beberapa kamar mandi di kampung ini, namun bukan milik perorangan, yaitu milik satu kampung. Kamar mandi ini terbuat dari bambu diatas kolam ikan, dan air dari gunung. Memang ada beberapa kamar mandi yang beratapkan ijuk, namun tinggi dari dinding kamar mandi semua hanya sebatas dada saja, tidak bisa menutupi seluruh tubuh, jadi jika mandi harus dengan posisi jongkok. Mereka saling berbagi untuk kebutuhan bersama seperti kamar mandi ini. Kamar mandi ini digunakan untuk mencuci, mandi, juga berwudhu masyarakat disini.
Setelah membersihkan diri kami langsung kembali kerumah bu asih. ternyata makanan telah siap untuk kami santap. Makanan di kampung naga ini tidaj terlalu berbeda dengan makanan sunda lainnya, yang begitu enak dan sehat. Setelah makan kami langsung menuju rumah pertemuan untuk berbincang dengan pemangku adat di kampung naga ini.
Pagi harinya kami siap berkeliling bersama guide untuk mengenal kampung naga yang lebih jelas lagi. Kami memulainya dari depan rumah pertemuan, kampung naga ternyata juga mempunyai alat musik tradisional yang bernama terebang gembrung.
Semua hal masih dilakukan secara tradisional disini, misalnya saat panen padi, mereka akan menumbuk padi tersebut hingga runtuh dari batangnya, lalu di tumbuk lagi hingga semua kulitnya terkelupas. Mereka akan menumbuk padi dengan alat yang masih tradisional juga berat selama 1 sampai 2 jam.
Disamping tempat penumbukan padi ada kolan yag berisikan ikan yang begitu banyak, kata guide yang memberi informasi saat itu, ikan-ikan ini akan di ambil saat penduduk membutuhkannya, contohnya untuk makanan pesta pernikahan. Jika semua kebutuhan penduduk terpenuhi dan masih ada sisa panen ikan ini, baru bisa dijual keluar kampung naga ini. Itulah salah satu contoh yang menunjukan bahwa mereka benar-benar saling berbagi antara sesamanya. Kolam ikan ini juga bisa di buat terapi ikan loh ..karna ikan-ikan akan menggigiti kaki yang kotor saat masuk kedalam kolam tersebut.
Disini juga ada batu yang konon katanya dulu digunakan untuk shalat leluhur mereka, tempat-tempat yang di keramatkan oleh mereka akan di pagar sehingga tidak ada orang yang merusaknya.
Disebrang sungai ciwulan adalah sebuah hutan terlarang, jadi siapa pun tidak boleh masuk atau mengambil sekecil kayu apapun walau sudah tua. Bahkan warga kampung naga sendiri tidak berani untuk masuk atau mengambil hasil hutan tersebut. Warga kampung naga juga tidak ada yang membuang sampah kesungai karena untuk menghormati air itu sendiri dan merusak lingkungan. Mereka akan mengumpulkan sampah mereka pada sebuah tempat sampah, yang ternyata menghasilkan pupuk kompos  untuk tamanan mereka.
Selain bercocok taman juga memelihara ikan, warga kampung naga juga memelihara kambing, namun kambing ini tidak dilepas karena akan merusak tamanan. Kambing ini akan di keluarkan jika di butuhkan atau sedang idul adha.
Cahaya dikampung naga ini dari lampu templok atau petromak. Tidak ada listrik di kampung naga ini, karna menurut pemangku adat, jika ada listrik maka menjadi bahaya jika adanya arus pendek yang memungkinkan terjadinya kebakaran karena bahan rumah yang mudah terbakar. Selain itu jika adanya listrik maka akan ada kesenjangan sosial, karena akan ada warga yang mampu membeli barang elektronik lainnya namun warga lainnya tidak bisa membeli.
Walau demikian, kini warga kampung naga diperbolehkan untuk mempunyai TV atau radio yang bisa dinyalakan menggunakan aki. Namun karna harga aki yang mahal, meski ada TV dan radio mereka tidak bisa menonton atau mendengar radio setiap hari.
Sekilas tentang kampung naga yang menyimpan banyak cerita disetiap jejaknya. Sayang jika hanya bisa mendengar atau mengetahui sedikit tentang kampung cantik ini. Karena kampung naga ini kampung yang patut untuk dikunjungi, sebagai kampung yang selalu membawa cerita setiap pendatangnya

Selasa, 22 Maret 2016

Tradisi Minum Sake di Jepang

Tradisi Minum Sake di Jepang

Hasil gambar untuk sake

Bagi masyarakat Jepang, minum sake sudah menjadi kebiasaan. Di pelbagai perayaan, minuman tradisional berbahan beras ini wajib disuguhkan. Bahkan dalam acara tertentu, bocah-bocah pun boleh mencicipi. Sesuai tradisi, sake disajikan dalam cangkir kecil, konon nenek moyang orang Jepang makan dengan kulit kerang besar, sedangkan kulit kerang kecil dipakai cawan air. Karenanya hingga kini minuman wajib ditempatkan dalam wadah kecil. Dalam sebuah pesta, seseorang pantang menuang sake untuk diri sendiri. Setiap orang yang hendak minum, harus menuangkannya untuk temannya terlebih dulu.

Berikut beberapa tradisi masyakarat Jepang bersangkut sake.
Di pernikahan tradisional dikenal ritual minum sake yang dinamai San-sankudo. Sebelum kedua mempelai mengucap janji setia dihadapan pendeta Shinto, mereka diharuskan menghirup sake sembilan kali dari tiga cangkir secara bergiliran. Setelah itu, semua keluarga dari kedua mempelai bergantian minum sake sebagai tanda persatuan atau ikatan kekerabatan baru.
Dalam Upacara Kagami Biraki, tong kayu sake dibuka dengan palu selama festival Shinto, pernikahan, pembukaan toko, olahraga, dan perayaan lainnya. Sake untuk acara tersebut dinamai zake-Iwai (sake perayaan). Sake dibagikan free pada orang-orang dengan maksud menyebarkan nasib baik.
Saat tahun baru ada Pesta Toso, dimana urutan meminumnya dimulai dari orang paling muda lalu berlanjut ke yang lebih tua. Sebelum hari perayaan ini sake direndam bersama tososan (obat bubuk cina) selama  satu malam.
Dalam keseharian seperti kedatangan tamu penting, kenaikan pangkat, gajian pertama, masuk universitas, lulus sekolah, dan lainnya, masyarakat Jepang merayakannya dengan sake.

 

11 Budaya Jepang yang Belum Banyak yang Tau

11 Budaya Jepang yang Belum Banyak yang Tau

Budaya-budaya itu merupakan adat istiadat masyarakat Jepang sejak dulu dan ditambah dengan kebiasaan masyarakat modern zaman sekarang. 
redwinbet.com
Jepang memang negara yang berhasil menyelaraskan antara perkembangan teknologi dan budaya. Akan tetapi ternyata banyak budaya yang membuat orang terkejut ketika berkunjung ke Negeri Samurai tersebut.

Berikut adalah 11 kebiasaan orang Jepang yang tidak banyak orang tahu:
1.Kamu akan kesulitan menemukan angka 4
redwinbet.com 
Jangan kaget jika kamu tidak menemukan angka 4 di tombol lift ketika di Jepang. Bahkan para pedagang juga tidak melabeli harga mereka dengan menggunakan angka ini. Alasannya adalah angka 4 itu sangat mirip dengan kata 'mati' dalam bahasa Jepang. Penduduk Jepang juga percaya bahwa angka 4 merupakan lambang ketidakberuntungan. Wajar saja, jika mereka jarang menggunakan angka ini.  
2. Bersin di tempat dianggap tidak sopan 
redwinbet.com 
Jangan sampai kamu bersin sembarangan ketika di jalan di negara ini. Jika kamu melakukan ini, kamu bisa dianggap melanggar tata krama orang Jepang. Lebih baik kamu bersin di toilet atau tempat-tempat yang tidak terbuka. 

3. Jangan sekali-kali memberikan tip
Hasil gambar untuk gambar memberikan tips  Di negara ini, memberikan tip merupakan tindakan yang tidak sopan. Jika kamu memberikan tip kepada pegawai hotel atau staf lainnya, biasanya mereka akan mengembalikan uang tersebut.

4. Tak masalah makan es krim sambil jalan
redwinbet.com
Ini merupakan aturan pengecualian. Di Jepang sendiri, ketika kamu makan atau minum sambil jalan merupakan tindakan tidak lumrah dan dianggap tidak sopan. Akan tetapi ini tidak berlaku ketika kamu makan es krim. Jadi kamu bebas makan es krim sambil jalan di Jepang. 
 

5. Siap-siap didorong ketika naik kereta
redwinbet.com
Jika kamu naik kereta di Jepang, kamu akan merasakan pengalaman yang satu ini. Kamu akan didorong benar-benar masuk ke dalam kereta oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua penumpang tidak berada di pintu. Jadi, ketika naik kereta di Negeri Ninja ini jangan sekali-kali berdiri di area pintu.

6. Memberikan bahu kepada penumpang yang tidur

Hasil gambar untuk sandaran bahu
 
Ini merupakan budaya nyentrik. Jika kamu tertidur di kereta, kamu bisa mempunyai sandaran. Orang Jepang mempunyai toleransi yang tinggi dalam hal ini. Jadi tidak masalah ketika kamu tiba-tiba bersandar dengan orang lain ketika di kereta dalam keadaan tidur.

7.  Sandal khusus untuk kamar mandi
Hasil gambar untuk sandal kamar mandi
 
Jika kamu bertamu di salah satu warga Jepang, kamu akan melihat sandal khusus yang hanya dipakai di kamar mandi. Jadi pakailah sandal tersebut ketika ke kamar kecil untuk menghormati tuan rumah.

8. Bawakan hadiah untuk tuan rumah
Hasil gambar untuk memberikan hadiah

Ini merupakan kebiasaan yang wajib kamu lakukan ketika bertamu di Jepang. Bungkuslah hadiah tersebut dengan pita yang menarik. Orang Jepang sangat mengapresiasi kado dengan dekorasi yang unik.

9. Jangan menuangkan minuman untuk diri sendiri
Hasil gambar untuk menuangkan minum ke banyak orang
 
Ketika ada jamuan minum teh, jangan pernah menuangkan ke cangkirmu. Hal ini merupakan tindakan tidak sopan di Jepang. Biarkanlah sang tuan rumah yang menuangkan ke dalam cangkirmu.

10. Menyeruput mie merupakan tanda bahwa makanan tersebut enak
redwinbet.com 

Cara gampang mengucapkan terima kasih kepada penjual atau tuan rumah adalah menyeruput mie yang disajikan. Di Jepang, budaya seperti ini merupakan tanda bahwa makanan tersebut enak dan itulah cara mengapresiasinya.

11. Banyak sekali yang menginap di hotel kapsul
redwinbet.com
Ukuran kamar dalam hotel ini tidak lebih dari ukuran peti mati. Akan tetapi para pengunjung bisa menikmati tidur yang nyenyak. Selain itu, harganya sangat murah, berkisar USD 65 per malam.